Popular Posts

Pajak Hambat Produksi Kendaraan Niaga & Sedan Kecil

JAKARTA - Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi mengatakan, skema perpajakan PPnBM juga bisa mendorong program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car).

Sebelumnya, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiharton pernah menuturkan, pada 2008, kata dia, pemerintah sempat mencanangkan untuk memaksimalkan produksi kendaraan niaga dan sedan kecil.

Namun, hal itu terhambat masalah pajak. Sehingga, produksi sedan kecil pun akhirnya dialihkan ke Thailand.

“Mobil murah itu ada dua yakni mobil cc 1.200 dan 650. Dua-duanya tidak mengandalkan konsumsi BBM saja. Lebih baik kita tentukan 20 cc pakai 20 kilometer per liter. Yang penting cc nya benar dan hemat bahan baku, sehinggga dia bisa menjual murah,” jelas Edy di Jakarta, Senin (15/8/2011).

Edy mengatakan, pihaknya juga mengusulkan adanya scrapping policy dan leasing. Edy mencontohkan, apabila mobil sudah berusia lebih dari lima tahun, maka pajaknya lebih tinggi dua kali lipat.

“Artinya, kita tidak perlu punya mobil asalkan leasing-nya bagus. Sehingga setiap dua atau tiga tahun kita bisa tukar dengan mobil baru. mobil yang lama bisa kita kirim keluar Jawa. Sehingga ada penyebaran,” ujar Edy.

Saat ini, kata dia, kebijakan fiskal harus diatur oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Misalnya nanti bea balik namanya di gratiskan untuk mobil yang di lempar ke daerah tersebut,” ucapnya.

Kebijakan leasing, kata dia, ada di tangan Kementerian Perdagangan dan perbankan. “Kemudian scrapping dari Kementerian Perindustrian. Di Kementerian Pekerjaan Umum yang punya perencanaan jalan, jadi ada siknronisasi,” tutup Edy.
(Sandra Karina/Koran SI/wdi)

No comments:

Post a Comment