Popular Posts

Ekspor Automotif Capai 72 Negara

JAKARTA– Industrii automotif nasional hingga saat ini telah melakukan ekspor ke 72 negara di seluruh dunia. Ekspor itu meliputi komponen, kendaraan utuh (completely built up/CBU), dan komponen terurai (completely knock down/CKD).

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan, pencapaian tersebut merupakan bukti bahwa sektor automotif nasional telah mampu bersaing di tingkat global. ”Kita sudah jualan ke 72 negara.

Ada CKD, CBU, dan komponen,” kata Budi di Jakarta belum lama ini. Mengenai bukti pesatnya pengembangan pasar industri automotif nasional, Budi mengatakan bahwa perluasan pasar ke Venezuela sejak tiga tahun yang lalu, serta ke sejumlah negara di Afrika barubaru ini merupakan contohnya.

Selain ekspor yang sebelumnya hanya berupa CBU, saat ini industri automotif nasional pun telah mampu mengekspor secara CKD.Maka itu,lanjut Budi, para investor selalu tertarik untuk berinvestasi di sektor automotif nasional.

”Kalau kita mengekspor mobil ke Filipina,tak mungkin bisa lagi berbentuk rangkaian CBU tapi CKD karena industri perakitan automotif di Filipina juga sudah berkembang.Pada gilirannya, industri komponen kita ikut dibidik,”ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, tidak akan menghambat investasi baru maupun ekspansi principal automotif nasional ke negara ASEAN. Intinya, kata dia, pemerintah mendukung perluasan pasar dalam bentuk produk utuh ataupun komponen.

Setiap negara menurutnya harus bisa bersaing secara adil untuk memperluas pasar, agar semua yang dibutuhkan industri automotif di masingmasing negara bisa dipenuhi oleh negara lainnya. Budi mencontohkan, PT Astra Otoparts Tbk yang akan melakukan investasi di Vietnam.

Namun, Budi mengaku pihaknya belum bisa memastikan seperti apa insentif yang akan diberikan oleh pemerintah bagi principal kendaraan yang ingin melakukan hal serupa dengan Astra Otoparts.

”Astra Otoparts bisa dibilang sebagai perusahaan pertama yang kerja sama dengan perusahaan lokal di Vietnam, karena dia merupakan perusahaan pelopor dalam memperluas pasar komponen. Pemerintah tentu akan memberikan dukungan perluasan pasar tersebut,”tegas Budi.

Direktur PT Astra Otoparts Tbk Robby Sani sebelumnya pernah mengatakan, PT Astra Otoparts Tbk akan memproduksi rem cakram dan master silinder rem motor di Vietnam. Astra Otoparts bekerja sama dengan Akebono Brake Industry Co Ltd. ”Total investasi diperkirakan 130 juta yen,dengan target penjualan 1,2 miliar yen dan laba bersih 200 juta yen pada 2015. Produksi akan dimulai pada Juli 2012,”kata Robby.

Skema Pajak Mobil Direvisi

Sementara itu, untuk menggenjot pertumbuhan industri dan investasi sektor automotif nasional,pemerintah diketahui tengah menggodok revisi skema perpajakan untuk jenis mobil jenis sedan kecil dan kendaraan niaga.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi mengatakan, industri automotif adalah sektor yang menjadi prioritas pemerintah. Skema perpajakan yang nanti akan diterapkan diharapkan dapat menggenjot pertumbuhan industri dan investasi sektor automotif.Edy menjelaskan, pada tahun 2008 tidak ada perbedaan penerapan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) antara sedan kecil dan kendaraan niaga.

Namun, saat ini sedan kecil dikenakan PPnBM hingga 30%, sehingga harga jualnya menjadi mahal dan tidak laku di pasaran. ”Karena banyak agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang tadinya berproduksi di sini, jadi keluar. Bagaimana memanfaatkan PPnBM supaya mobil yang tadinya assembling di sini pergi, kemudian balik lagi. Artinya pembedaan antara 2x4 dan berdasarkan cabin-nya harus disamakan jadi tidak dibedakan,” jelas Edy belum lama ini.

Edy mengaku, pihaknya sudah membahas hal tersebut dengan para pelaku industri automotif nasional yang tergabung dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. - sandra karina

No comments:

Post a Comment