Popular Posts

Sepeda berharga Rp 102 Juta

TEMPO Interaktif, Jakarta - Harga mobil ratusan juta rupiah sudah biasa. Bagaimana jika untuk sebuah sepeda kayuh anda harus merogoh kocek hingga seratus juta lebih? Mercedes-Benz di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 kali ini tidak hanya memamerkan mobil-mobil berdesain eksklusif. Pabrikan asal Jerman ini juga merancang sepeda ekslusif.

Mercedes-Benz menawarkan Road Bike seri MBG 787 4064 di booth Mercedes-Benz. Harganya mungkin termahal di Indonesia. Mau tahu? Rp 102, 1 juta! Menurut Alfon Rudi, marketing dari PT Cakrawala Automotif Rabasa, yang khas dari sepeda ini adalah bahannya dari titanium. Logam jenis ini ringan membuat sepeda ini ringan dijinjing. Bobotnya hanya 6,9 kg. “Selain itu, sepeda ini terbatas jumlahnya. Di dunia hanya ada 100. Di Indonesia hanya ada tiga,” kata dia, Senin, 25 Juli 2011.

Apa laku sepeda semahal ini? Ternyata ada juga orang yang kepincut. Menurut Rudi, sebelum dipajang di IIMS, sepeda ini sudah laku satu. “Kini kami hanya ada dua,” ujarnya. Sistem remnya tidak lagi menggunakan kabel, tapi menggunakan minyak rem dan disc-brake layaknya sebuah sepeda motor.

Jika duit kurang, ada juga sepeda yang lebih murah. Yakni Fitness Bike MBG 787 6167. Sepeda ini berbahan alumunium dengan bobot 13 kg dan ditujukan untuk orang yang ingin berolahraga ringan. Harga sepadan sebuah sepeda motor yakni Rp 21,4 juta. "Enam bela stoknya sudah habis selama pameran," kata Alfon. Bahkan ada lagi enam pembeli yang terpaksa menunggu sepeda warna putih ini.

Selain sepeda biasa, ada juga sepeda khusus anak anak. Harganya cukup untuk membeli sepeda motor bekas, Rp 6 juta. "Baru satu yang terjual," ungkap dia. Menurut Rudi, sepeda ini buatan Taiwan. Taiwan menurutnya adalah produsen sepeda terbaik di dunia. “Tapi spesifikasi dan standarnya sesuai dengan standar Jerman, asal merek Mercedes Benz,” kata dia.

Walaupun mahal, pembeli tak bisa sembarang pesan dengan mengubah warna dan spesifikasi sepedanya. “Sepeda ini sudah diproduksi, dan tak bisa diubah lagi,” kata dia. NUR ROCHMI

No comments:

Post a Comment