Popular Posts

Program Mobil Murah Indonesia Sedot 1,4 Miliar Dollar AS

Daihatsu dan Suzuki sudah siap dengan program mobil murah dan rumah lingkungan. Tinggal menunggu regulasi pemerintah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Program mobil dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan (low cost and green car; LCC) Indonesia bakal menyerap potensi investasi minimal 1,4 miliar dollar Amerika Serikat atau setara Rp11,92 triliun. Tiga merek asal Jepang yang sudah menyatakan komitmennya ambil bagian dalam program tersebut adalah Daihatsu, Suzuki dan Nissan.

Daihatsu dan Suzuki sudah memamerkan mobil konsep yang menjadi cikal bakal mobil LCC and Green Car Indonesia di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) yang tengah berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat saat ini. Suzuki punya Concept-G dan Daihatsu A-Concept.

Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta Selatan, hari ini (25/7), mengatakan, "Komitmen memang telah ditunjukkan oleh merek asal Jepang. Namun program ini terbuka untuk produsen dari mana saja."

Diakui, memang ada merek non-Jepang menanyakan kebijakan ini, namun masih sebatas taraf penjajakan. Budi memaparkan, di luar biaya untuk riset dan pengembangan, Daihatsu menyiapkan dana 400 juta dollar AS, Suzuki 800 juta dollar AS dan terakhir Nissan 200 juta dollar AS.

"Beberapa sudah ground breaking (pemancangan tiang perdana) untuk pabrik baru mereka. Ini berarti proyek tersebut sudah jalan," beber Budi.

Akhir Bulan
dijelaskan oleh Budi, regulasi LCC memerlukan waktu lama untuk merumuskan cetak biru programnya. Pasalnya, pemerintah menuntut alih teknologi dari prinsipal yang mau ikut serta. Dalam peraturan ini, setiap merek dituntut menciptakan teknologi mandiri di Indonesia, terutama untuk pengembangan power train (mesin, transmisi, gardan).

"Makanya, kami bertanya kepada mereka (para prinsipal yang tertarik). Berapa lama untuk menyiapkan ini (power train) di Indonesia. Inilah yang menyebabkan penerbitan regulasi menjadi cukup lama. Soalnya memang butuh waktu," jelas Budi.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menambahkan, "Pak Hatta (Hatta Rajasa-Menteri Kordinator Perekonomian) janji ke saya akhir Juli ini regulasi tersebut sudah bisa diterbitkan. Tinggal di syahkan saja. Semuanya sudah tuntas! " - Agung Kurniawan | Zulkifli BJ | Senin, 25 Juli 2011

No comments:

Post a Comment