Popular Posts

Prinsipal tunggu regulasi mobil murah

Oleh Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com - JAKARTA: Sejumlah prinsipal otomotif belum tegas menyatakan berani menggelontorkan investasi untuk pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car) di Indonesia karena terbentur regulasi yang belum selesai.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kemenperin, Budi Darmadi mengatakan sampai saat ini beberapa prinsipal besar dari Jepang baru menyatakan tertarik terhadap gambaran regulasi pemerintah.

"Jika dikalkulasi, potensi investasi itu bisa mencapai di atas US$1,4 miliar. Daihatsu mungkin mengalokasikan dana US$400 juta, Suzuki US$800 juta dan Nissan US$200 juta untuk proyek tersebut," ujarnya hari ini.

Investasi itu dihitung hanya untuk pengadaan untuk mesin produksi dan pabrik perakitan, tapi tidak termasuk untuk riset dan pengembangan [R&D] low cost and green car. Pada saat yang sama, sejumlah prinsipal non-Jepang asal China dan Korea Selatan juga memiliki niat yang sama tapi terhadang kepastian regulasi.

Di lain pihak, beberapa agen pemegang merek (APM) Daihatsu dan Suzuki terlihat mulai agresif memamerkan mobil konsep yang berpotensi menjadi cikal bakal mobil murah dan akrab lingkungan dalam ajang The 19th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011.

Pameran akbar otomotif tahunan itu seakan-akan membuat beberapa di antara mereka siap berkompetisi untuk merebut pasar mobil murah dan akrab lingkungan di pasar domestik.

"Mereka berani berkomitmen [investasi] kalau regulasi pemerintah sudah siap dan dikeluarkan. Saat ini Daihatsu, Nissan dan Suzuki sudah tertarik tapi belum pada tahap komitmen. Namun, mereka menaruh kepercayaan besar bahwa pemerintah konsisten sehingga suatu saat mereka berani berinvestasi," tambahnya. (tw)

No comments:

Post a Comment