Popular Posts

Geely LC Cross Mencoba Hapus ‘Stigma’ Ringkih Mobil Cina

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Geely Mobil Indonesia (GMI) untuk pertamakalinya mengikuti gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 yang berlangsung 22 – 31 Juli di Jakarta International Expo, Kemayoran. Kehadiran Agen Pemegang Merek (APM) mobil asal Cina, Geely, itu tak sekadar memamerkan dan memasarkan produk semata.

"Kehadiran kami di ajang ini juga sekaligus membangun brand awareness Geely," tutur Budi Pramono, Presiden Direktur PT GMI di sela-sela peluncuran Geely LC Cross.

Namun, tujuan yang jauh lebih penting adalah menghapus stigma buruk yang dilekatkan ke mobil asal Cina, yaitu berkualitas buruk. "Kami ingin memberi bukti bahwa produk kami tidak seperti yang dikira orang selama ini (cap berkualitas buruk)," tegas dia.

Budi mengaku kerap menemukan pengalaman pahit saat melakukan pameran di beberapa kota di tanah air. Saat baru pertama melihat orang banyak yang tertarik dengan desain dan fitur teknologi yang diusung mobil Geely. "Namun, setelah kami beritahu bahwa mobil itu buatan Cina, mereka langsung kabur," kisah Budi.

Padahal, kata dia, mereka belum pernah mencoba dan mendapatkan penjelasan yang rinci tentang mobil itu. Bahkan, tak sedikit pun data uji coba yang dilakukan pabrikan itu yang diketahuinya.

"Ini kan jelas karena faktor common sense. Itulah yang ingin kami hapus dengan menghadirkan produk menarik desainnya dan berkualitas tinggi," papar dia.

Salah satu produk anyar yang ditawarkan PT GMI di ajang IIMS adalah varian mini crossover Geely LC Cross. Mobil bermesin 1.300 cc tiga silinder itu memiliki tampilan cukup unik.

Pasalnya, tak seperti lazimnya mobil kecil maupun crossover lainnya, mobil ini menempatkan ban cadangan di bagian pintu belakang mobil. Rancangan seperti itu sengaja dibuat untuk memantik rasa penasaran orang. Lebih dari itu, keunikan itu juga menjadi daya tarik karena kekhasannya.

Mesin yang diusungnya mampu menghasilkan tenaga 63 kilo watt dengan konsumsi bahan bakar 14 – 16 kilometer per liter. Mobil ini diklaim mampu digeber hingga 165 kilometer per jam. Satu hal lagi, rancang bangun dan aspek keselamatannya telah mendapatkan peringkat bintang lima.

"Peringkat itu dari CNCAP (pemeringkat keselamatan nasional di Cina) yang telah mendapat pengakuan internasional. Pengujian meliputi uji tabrak dan sebagainya," terang Budi.

Selain itu peranti penunjang keselamatan berupa enam buah airbag, Antilock Brake System (ABS), dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD) lazimnya mobil buatan Eropa menjadi fitur standar. Bahkan, Geely memasang perangkat pengingat pengemudi dan penumpang bila mereka lupa mengenakan sabuk pengaman.

Mobil ini ditawarkan dalam dua varian yaitu GL dan GS. Keduanya menggunakan transmisi manual dan dibanderol mulai Rp 112 juta.

ARIF ARIANTO

No comments:

Post a Comment